Diberdayakan oleh Blogger.

PENGERTIAN TRADISIONAL

|| || || Leave a komentar

 PENGERTIAN TRADISIONAL


radisional itu jelek atau baik , Pertanyaan  itu sengaja penulis ajukan guna mengawali tulisan ini. Dalam berbagai ungkapan oleh kalangan tertentu sering ditemukan bahwa yang tradisional itu seharusnya dibuang alias ditinggalkan. Persoalannya apakah memang harus begitu , Maka tulisan berikutnya akan menjelaskan kepada kita semua  tentang pengertian tradisi dan tradisional.
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, “diteruskan” atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya pada satu negara, kebudayaan, waktu tertentu atau penganut agama.
Hal yang paling mendasar dari   tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya informasi ini, suatu tradisi dapat punah. Dalam pengertian lain tradisi adalah adat-istiadat atau kebiasaan    yang turun temurun yang masih dijalankan di masyarakat. Dalam suatu masyarakat muncul semacam penilaian bahwa cara-cara atau model “ tindakan ” yang sudah ada merupakan pilihan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan persoalan. Biasanya sebuah tradisi tetap saja dianggap sebagai cara atau model terbaik selagi belum ada alternatif lain. Dengan informasi semua itu akan jelas bagi pewaris.
Misalnya dalam acara tertentu masyarakat sangat menggemari kesenian Rabab pada acara tertentu. Rabab sebagai sebuah seni yang sangat digemari oleh anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan seni. Rabab sebagai pilihan utama karena belum ada alternatif untuk menggantikannya disaat itu. Tapi karena desakan kemajuan dibidang kesenian yang didukung oleh kemajuan teknologi maka bermunculanlah berbagai jenis seni musik. Dewasa ini kita sudah mulai melihat bahwa generasi muda sekarang sudah banyak yang tidak lagi mengenal kesenian Rabab. Mereka lebih suka seni musik dangdut misalnya.



TABANAN, SUBAK DIAKUI UNESCO. Beberapa wisatawan mancanegara berwisata ke sawah dengan sistem pengairan Subak di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat Bali menilai bahwa dengan diakuinya Subak sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO akan memberi dampak positif bagi kunjungan wisatawan. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana


Tradisi merupakan roh dari sebuah kebudayaan. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng. Dengan tradisi hubungan antara individu dengan masyarakatnya bisa harmonis. Dengan tradisi sistem kebudayaan akan menjadi kokoh. Jika tradisi dihilangkan maka ada harapan suatu kebudayaan akan berakhir pada saat itu juga. Setiap suatu tindakan atau perbuatan menjadi tradisi biasanya jika telah teruji tingkat efektivitas dan efisiensinya. Tentu saja telah teruji oleh berbagai kalangan dan waktu. Efektivitas dan efisiensinya selalu ter- up date mengikuti perjalanan perkembangan unsur kebudayaan. Berbagai bentuk sikap dan tindakan dalam menyelesaikan persoalan kalau tingkat efektivitasnya dan efisiensinya rendah akan segera ditinggalkan pelakunya dan tidak akan pernah menjelma menjadi sebuah tradisi. Tentu saja sebuah tradisi akan pas dan cocok jika sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang mewarisinya.
Selanjutnya dari konsep tradisi akan lahir istilah tradisional. Tradisional merupakan sikap mental dalam memberikan respon terhadap berbagai persoalan dalam masyarakat berdasarkan tradisi. Didalamnya terkandung metodologi atau cara berfikir dan bertindak yang selalu berpegang teguh atau berpedoman pada tradisi. Tradisi selalu di kontrol oleh nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain tradisional adalah  setiap tindakan dalam menyelesaikan persoalan berdasarkan tradisi.
Seseorang akan merasa yakin bahwa suatu tindakannya adalah betul dan baik, bila dia bertindak atau mengambil keputusan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Dan sebaliknya, dia akan merasakan bahwa tindakannya salah atau keliru atau tidak akan dihargai oleh masyarakat jika ia berbuat diluar tradisi atau kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakatnya. Disamping itu berdasarkan pengalaman (kebiasaan)nya dia akan tahu persis mana tindakan yang menguntungkan dan mana yang tidak. Di mana saja masyarakatnya tindakan cerdas atau kecerdikan seseorang bertitik tolak pada tradisi masyarakatnya.
Dari uraian diatas akan dapat dipahami bahwa sikap tradisional adalah bahagian terpenting dalam sitem tranformasi nilai-nilai kebudayaan. Artinya jika ada perubahan di dalam masyarakat, namun anggota masyarakat tidak serta merta meninggalkan tradisinya. Tradisi tetap  berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Kita harus menyadari bahwa warga masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi ke generasi selanjutnya secara dinamis. Artinya proses mentransfer atau pewarisan kebudayaan merupakan interaksi langsung (berupa pendidikan) dari generasi tua kepada generasi muda berdasarkan nilai dan norma yang berlaku. Proses pendidikan sebagai proses sosialisasi, semenjak bayi anak belajar minum asi, anak belajar tingkah laku kelompok dengan tetangga dan di sekolah. Anak menyesuaikan diri dengan nilai dan norma dalam masyarakat dan sebagainya.
Setiap anak harus belajar dari pengalaman di lingkungan sosialnya, dengan menguasai sejumlah keterampilan yang bermanfaat untuk menghadapi tantangan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian dalam masyarakat banyak kebiasaan dan pola kelakuan yang dipelajari, seperti bahasa, ilmu pengetahuan seni dan budaya. Ini berarti juga bahwa konten pendidikan tidak bisa terlepas dari tradisi. Terjadinya proses internalisasi dalam diri setiap anak didik (anggota masyarakat) sudah pasti landasannya adalah tradisional, yang meliputi sikap mental, cara berfikir dan cara bertindak menyelesaikan persoalan hidup yang ada pada masyarakat.
Jika ada sesuatu yang baru atau inovasi baik berupa ide, gagasan, metodologi dan sebagainya, kalau memang efektif untuk memenuhi kebutuhan hidup tentu anggota masyarakat akan mengadopsi. Dalam perjalanan waktu sebuah inovasi juga akan menjelma menjadi sebuah tradisi pula.  Seperti orang  yang pergi menghadiri acara pesta perkawinan dengan membawa amplop yang berisi uang sebagai ganti kado pada masa lalu.

Demikian saja untuk sementara, selamat menganalisis dan saling koreksi, bila dalam masyarakat banyak kebiasaan yang bermamfaat untuk menghadafi tantangan dan memenuhi perjalanan,



/[ 0 komentar Untuk Artikel PENGERTIAN TRADISIONAL]\

Poskan Komentar